Robinho dan Willian berikan harapan setelah absennya Neymar

4-robinho-brasil-copa-america

Tim Brasil mengalami pertandingan yang sulit menghadapi Venezuela, tetapi kelas individu dari pemain Santos dan Chelsea ini akhirnya berhasil mengantarkan mereka memuncaki Grup C.

Bisakah Brasil bertahan tanpa Neymar? Itulah pertanyaan ang ada jelang pertemuan terakhir Grup C dengan Venezuela.

Dengan pemain Barcelona yang ada di jajaran skuadnya ini, Selecao berada di antara tim favorit yang memenangkann turnamen. Tanpa dia, tim asuhan Dunga mendapati diri mereka takut dengan penyisihan dini. Namun, pertandingan hari Minggu lalu di Monumental di kota Santiago memberikan bukti bahwa masih ada harapan setelah Neymar absen.

Dunga sedikit mengejutkan ketika memilih Robinho dalam susunan pemain awalnya, bersama Willian, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino melengkapi kontingen serangnya, dan mantan pemain AC Milan ini menunjukkan bahwa dia masih jadi kekuatan yang harus ditakuti ketika bermain dengan baik.

Pemain 31 tahun ini tampil gemilang sejak awal dan merupakan bintang Brasi di 45 menit pembuka. Dia menciptakan peluang emas bagi Coutinho baru delapan menit berjalan, tetapi penyelesaian buruk dari pemain Liverpool ini gagal dijadikan gol. Meski demikian Robinho langsung memberikan assist setelahnya, dengan Thiago Silva yang mengirimkan tendangan voli menyambut umpan sepak pojok.

Dia tidak hanya berkontribusi terhadap bangkitnya Brasil tetapi membawa timnya ke mana pun di aperlu.

Dia selalu ada, sulit kehilangan bola dan kesabaran dan ketenangannya terhadap bola membantu rekan setimnya merasa tenang. Dia digantikan oleh Marquinhos di penghujung babak kedua saat mendapatkan standing ovation dari para fans Brasil.

Pemain lain yang membantu Selecao mengatasi kehilangan Neymar adalah sayap Chelsea, Willian.

Gelandang serang ini mungkin tidak menunjukkan skill dan triknya bagi tim asuhan Jose Mourinho karena manajer Portugal ini lebih menilai tingkat kerjanya ketimbang kreatifitas semata, tetapi penampilan individu luar biasanya di 51 menit pertama menunjukkan bahwa dia punya bakat untuk jadi pemain spesial.

Pemain 26 tahun ini menari-nari melewati lawan di sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang dengan kaki luarnya yang disambut dengan mudah oleh Firmino dari jarak dekat.

Pada akhirnya, hasil adalah yang terpenting bagi Dunga dan timnya. Kemenangan atas Venezuela jauh dari penampilan baik, namun Brasil cukup untuk lolos ke babak penyisihan.

Kami selalu punya keyakinan dalam diri kami – Jose Pekerman

6-pekerman-kolombia-copa-america

Pelatih Los Cafeteros ini senang dengan cara timnya mengatasi kesulitan untuk mengalahkan rival Conmebol mereka di Grup C.

Jose Pekerman selalu tahu bahwa Kolombia akan menemukan irama mereka dalam Copa America setelah kemenangan 1-0 atas Brasil hari Rabu lalu.

Gol tunggal Jeison Murillo di babak pertama mengamankan pertemuan di Grup C di Santiago Rabu waktu setempat, tetapi Neymar dan Carlos Bacca keduanya terpaksa dikeluarkan wasit karena sebuah pertikaian tepat pasca pluit panjang dibunyikan.

Kemenangan itu membuat Los Cafeteros berada di raihan angka yang sama tiga angka dengan the Samba Boys.

“Kami selalu memiliki keyakinan kepada para pemain, dan kepada grup ini. kami tahu bahwa kami selalu bisa menyelesaikan tugas kami,” ungkap Pekerman dalam sebuah konferensi pers.

“Untungnya perbaikan kami sangat jelas ketika kami menampilkan sebuah pertandingan yang lengkap yang kami menangkan dengan cara yang baik berkat kerja keras kami. Karena itu kami sangat senang karena para pemain memainkan pertandingan yang luar biasa.”

Pekerman menolak untuk menilai penampilan dari para petugas pertandingan, malahan mengarahkan perhatian mereka kembali pada hasil yang telah diberikan oleh timnya dalam pertandingan keras di Estadio Monumental tersebut.

“Secara umum saya tidak membicarakan tentang wasit. Meski ketika kami kalah saya tidak mau membicarakan wasit,” tambahnya.

“Saya tenang setelah pertandingan di mana Kolombia kalah di Piala DUnia di mana ada debat yang luar biasa terkait sejumlah kesalahan yang menghabisi peluang kami lolos.

“Saya pikir jawabannya adalah usaha tim, dan hari ini saya melihat tim Kolombia yang lebih superior di babak pertama, tetapi di babak kedua kami lebih seimbang.

“Brasil lebih baik di babak kedua tetapi Kolombia juga punya peluang besar, meski kami punya penguasaan bola yang lebih sedikit. Peluangnya ada di babak kedua, dan saya pikir energi yang kami miliki juga bagus.

Kolombia akan menutup perjalanan fase grup Copa menghadapi Peru tanggal 21 nanti, dengan Brasil menghadapi Venezuela di hari yang sama.

Neymar Man of the Match saat Brasil kalahkan Peru

 

Penyerang Selecao ini mencetak satu gol dan menciptakan satu assist bagi Douglas Costa ketika catatan kemenangan Dunga diperpanjang menjadi 11 pertandingan.

Neymar dianugerahi sebagai Pemain Terbaik ketika Brasil berhasil bangkit dari ketertinggalan gol di awal pertandingan untuk mencuri kemenangan di menit akhir atas Peru dalam partai pembuka Copa America mereka.

Christian Cueva memberikan Los Incas satu keunggulan yang mengejutkan di Temuco, memanfaatkan banyaknya kesalahan yang dibuat oleh kiper Brasil Jefferson untuk membuka keunggulan di menit ketiga.

Akan tetapi, tidak butuh waktu terlalu lama untuk menyamakan kedudukan bagi Brasil – memainkan pertandingan kompetitif pertama mereka sejak menyelenggarakan Piala Dunia 2014.

Peru harus menyesali diri mereka sendiri ketika mereka membiarkan Neymar tak terkawal di kotak penalti, memungkinkan penyerang Barcelona ini memanfaatkan umpan silang Dani Alves dari sudut kanan di menit kelima.

Pertandingan nampaknya akan berakhir imbang hingga Costa yang berhasil berdiri tanpa kawalan mencetak gol setelah memanfaatkan umpan cerdik Neymar.

Di tempat terpisah, Salomon Rondon juga dianugerahi gelar yang sama dalam pertandingan Venezuela menghadapi Kolombia.

Penyerang Vinotinto ini mencetak satu-satunya gol tunggal dalam pertandingan tersebut untuk memberikan awal yang sempurna bagi timnya dalam perjalanan Grup C mereka.

Penyerang Venezuela Salomon Rondon dianugerahi gelar Pemain Terbaik setelah mencetak gol dalam kemenangan mengejutkan 1-0 Venezuela atas peringkat empat dunia saat ini Kolombia di Rancagua.

Alejandro Guerra mengirimkan bola ke tengah kotak untuk memberikan kesempatan sundulan keras yang melewati David Ospina dan membuka kebuntuan di menit 60.

Tim asuhan Noel Sanvicente, yang finis keempat dalam Copa America edisi 2011, sekarang punya harapan yang membumbung tinggi untuk bisa lolos ke fase Copa berikutnya setelah membalikkan keberuntungan mereka menghadapi tim Los Cafeteros yang bertabur bintang di Estadio El Teniente.

Kolombia akan menghadapi Brasil dalam sebuah pertarungan hidup mati, sementara Venezuela juga akan menghadapi partai yang sama saat bertemu dengan Peru.

Uruguay akan pertahankan Copa America di Cile – Arevalo

6-uruguay-copa-america

Gelandang the Tigres ini bersikeras bahwa hasarat mereka untuk mengulangi sukses ini sangat besar, dengan Carlos Sanchez yang juga memimpikan juara di Cile nanti.

Egidio Arevalo ingin Uruguay mengangkat kembali Copa America untuk dua turnamen secara berturut-turut, jelang pertandingan pembuka mereka menghadapi Jamaika.

La Celeste memenangkan gelar ini di tahun 2011 dengan mengalahkan Paraguay 3-0 di partai final, dan akan menghadapi the Reggae Boyz di kota Antofagasta tanggal 13 Juni nanti.

Ini tim Uruguay berbeda yang akan bermain di Cile nanti, dengan Diego Forlan yang sudah gantung sepatu, Luis Suarez yang dihukum dan mantan kapten Diego Lugano yang meninggalkan skuad inti.

Akan tetapi, Arevalo tidak mengharapkan jika rasa lapar timnya untuk mengulangi gelar juara ini hilang begitu cepat.

“Kami datang dengan mimpi yang sama dan hasrat untuk memenangkan Copa kembali,” ungkapnya di hotel timnas di Antofagasta.

“Meski skuad ini punya banyak wajah baru, hasrat dan semangat untuk jadi juara masih tetap sama.

“Di atas lapangan, kami menjadi kuat dan memperjuangkan setiap gelar yang kami inginkan.”

Sejak edisi turnamen 2001 lalu, Uruguay belum pernah memenangkan berbagai pertandingan pembuka di Copa dalam tiga percobaan, dan gelandang the Tigres ini tahu risiko jika mereka menganggap remeh tim asuhan Winfried Schafer nanti.

“Selama waktu yang lama, kami belum pernah menang dalam pertandingan pembuka, dan kami tahu bahwa kami menghadapi tim yang sangat penting,” tambahnya.

“Jamaika sangat cepat, dan kami harus waspada dan tidak membiarkan mereka setiap waktu. Kami semua punya hasrat sama untuk menang, dan semo ga ini jadi peluang untuk memulai turnamen dengan jalur yang benar.

Pemain sayap River Plate Carlos Sanchez, yang akan memainkan Copa pertamanya, menjelaskan bahwa timnya akan tetap rendah hati dan akan membiarkan sepak bola mereka yang berbicara.

“Berdasarkan dari apa yang saya lihat di beberapa turnamen, Uruguay selalu memainkan kebaikan mereka, tetapi kami membawa sejarah kami. Kami diam, kami mencatat,” ungkapnya.

“Saya punya mimpi memenangkan sesuatu bersama Negara saya.”

Tanpa Luis Suarez Uruguay sama saja, ungkap Diego Forlan

6-forlan-suarez-copa-america

Mantan bintang el Celeste ini yakin tim nasionalnya masih bisa bersaing di Copa America 2015 meski absennya bintang Barcelona ini.

Diego Forlan berpendapat bahwa Uruguay bisa bersaing memperebutkan gelar Copa Amerika sekali lagi di Cile meski tidak bisa memanggil bintang penyerang mereka Luis Suarez.

Penyerang Barcelona ini melengkapi gelar treble bersama klubnya musim ini tetapi tidak akan bisa tampil bagi la Celeste musim panas ini karena masih terjerat larangan bermain.

Namun demikian, mantan bintang Uruguay ini merasa bahwa darah baru dalam tim asuhan Oscar Tabarez – yang menang 5-1 atas Guatemala dalam pertandingan pemanasan terakhir mereka – berarti mereka masih bisa memiliki perjalanan yang sukses di Cile nanti.

“Peluang kami sangat baik. Ada dara baru dalam tim saat ini, dengan pemain yang sangat menjanjikan seperti Diego Rolan, misalnya,” ungkap Forlan pada FIFA.com.

“Uruguay akan kehilangan Luis, tetapi mereka berhasil memainkan pertandingan yang luar biasa tanpanya dan sama efektifnya saat Luis ada, yang tentu menunjukkan banyak hal tentang tim.

“Hal penting adalah lolos dari grup. Setelahnya sepak bola penyisihan, di mana tim yang lebih baik yang menang. Itulah jenis kompetisi yang berbeda, seperti yang ditunjukkan Uruguay di Argentina empat tahun lalu.”

Akan tetapi, Forlan juga memuji dampak yang diberikan Suarez di musim pertamanya di Camp Nou, menyebutkan bahwa bermain bersama bintang Argentina Lionel Messi dan kapten Brasil Neymar telah menguntungkan semua yang terlibat.

“Ketika anda bermain sebaik Luis sangat mudah beradaptasi dengan tim seperti Barca. Dia selalu menaruhkan target di tim nasional, tetapi sekarang lebih mudah melihat sisi permainannya karena dia bermain bersama pemain terbaik di dunia, Messi,” tambahnya.

“Anda punya perasaan bahwa dia selalu punya peluang lebih banyak mencetak gol dan membuat gol di Barcelona, dan dia punya kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan keahlian menyerangnya.

“Ketika anda memiliki Messi dan Neymar di samping anda, anda akan punya lebih banyak ruang dan penyelesai yang lebih baik di sekitar anda. Ketiganya saling mengangkat satu sama lain.”

Forlan merupakan bagian dari tim Celeste yang memenangkan edisi Copa America sebelumnya yang diselenggarakan di Argentina tahun 2011.

Uruguay tidak pernah jadi favorit – Fernando Muslera

6-fernando-muslera-uruguay

Stopper el Celeste ini bermain dengan harapan bisa mengulang kembali sukses Copa America 2011 mereka, bersikeras bahwa tim nasional harus bekerja untuk setiap kemenangan.

Fernando Musluera yakin tidak pernah ada label favorit yang dilekatkan kepada Uruguay meski datang ke Cile sebagai juara bertahan.

Peraih Copa America 2011 ini mengangkat gelar Copa dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Paraguay di final edisi 2011 berkait gol di menit awal dari Luis Suarez dan dua gol dari Diego Forlan.

Akan tetapi, penjaga gawang nomer 1 Celeste ini menyanggah klaim bahwa Uruguay dijagokan dalam turnamen tahun ini dan malahan yakin bahwa timnya harus menunjukkan hasrat tambahan untuk mengatasi lawan.

“Saya yakin bahwa Uruguay tidak pernah jadi favorit ketika memasuki sebuah turnamen,” ungkap penjaga gawang Galatasaray ini dalam sebuah konferensi pers.

“Kami selalu harus memperjuangkannya, itulah salah satu karakteristik dari tim nasional ini.”

Pemenang turnamen 15 kali ini masuk ke dalam sebuah grup yang terlihat sulit, bersama dengan runner up Piala Dunia 2014 Argentina, finalis Copa 2011 Paraguay dan Jamaika.

Dan Muslera berpikir bahwa ketika negaranya tidak diberikan fase grup yang mudah, dia juga tidak suka tampilan dari grup yang lainnya.

“Tim-tim ini punya pemain yang sangat penting di seluruh dunia yang bisa membuat perbedaan,” ungkapnya. “Baik grup ini dan grup lainnya sama-sama sulit.”

Pelatih Oscar Tabarez akan tanpa pemain penting Luis Suarez dan Martin Caceres karena larangan bermain dan cidera dan pemain 28 tahun ini memahami kehilangan dalam tim ini.

“Mereka [Suarez dan Caceres] adalah dua pemain dengan segudang pengalaman dan tidak diragukan lagi memiliki dampak penting dalam skuad,” ungkap Muslera.

Penjaga gawang ini akan segera mengetahui bagaimana timnya akan tampil di turnamen ini – Uruguay memulai perjalanan mereka menghadapi Jamaika tanggal 13 Juni sebelum pertandingan menghadapi Lionel Messi dan Argentina dan pertandingan ulangan final 2011 menghadapi Roque Santa Cruz dari Paraguay.

Sanvicente umumkan 23 nama pemain Venezuela untuk Copa America 2015

6-sanvicente-venezuela-copa-america

Setelah sebelumnya memulangkan empat pemain mereka dari daftar 30 pemain awalnya, pelatih the Vinotinto ini telah memangkas tiga pemain lainnya untuk memastikan skuad finalnya.

Noel Sanvicente telah merampungkan skuad Venezuela akhir pilihannya jelang Copa America 2015, memangkas grupnya dengan tiga nama menjadi 23 nama yang diizinkan.

Empat pemain dipulangkan dari skuad inti lebih dari seminggu lalu, dengan pemain depan Fernando Aristeguieta (Philadelphia Union), Mario Rondon (Shijiazhuang), gelandang Yohandry Orozco (Deportivo Tachira) dan pemain belakang Juan Fuenmayor (Deportivo Anzoategui) jadi pemain-pemain yang disisihkan dalam seleksi pertama pelatih ini.

Saat ini telah dipastikan bahwa pemain belakang Alexander Gonzalez (Thun) terpaksa disisihkan dari skuad utama karena cidera, sementara pemain depan Edder Farias (Caracas) dan Christian Santos (NEC Nijmegen) jadi nama pemain lainnya yang terpaksa dipulangkan.

Venezuela akan berhadapan dengan Brasil, Kolombia dan Peru di Grup C setelah satu-satunya pertandingan persahabatan yang mereka persiapkan menghadapi Bolivia tangga 31 Mei lalu terpaksa dibatalkan.

Satu-satunya kesempatan pertandingan pemanasan tersebut terpaksa dibatalkan setelah pada tenggat waktu yang dimungkinkan izin pertandingan mereka tidak diberikan oleh pihak setempat. Permasalahan administratif yang terjadi di FIFA dianggap sebagai pemicu utama dibatalkannya pertandingan internasional tersebut.

Berikut adalah informasi detail dari skuad final yang diumumkan oleh Sanvicente:

Skuad Venezuela Copa América 2015

Penjaga gawang: Alain Baroja (Caracas), Wuilker Faríñez (Caracas), Daniel Hernández (Tenerife).

Pemain belakang: Gabriel Cichero (Mineros de Guayana), Grenddy Perozo (Ajaccio), Andrés Túñez (Buriram United), Wilker Ángel (Deportivo Táchira), Roberto Rosales (Málaga), Fernando Amorebieta (Middlesbrough), Oswaldo Vizcarrondo (Nantes).

Gelandang: Rafael Acosta (Mineros de Guayana), Ronald Vargas (Baliskersirspor), Franklin Lucena (Deportivo La Guaira), César González (Deportivo Táchira), Tomás Rincón (Genoa), John Murillo (Zamora), Luis Manuel Seijas (Santa Fe), Juan Arango (Tijuana), Alejandro Guerra (Atlético Nacional).

Pemain depan: Gelmín Rivas (Deportivo Táchira), Nicolás “Miku” Fedor (Rayo Vallecano), Josef Martínez (Torino), Salomón Rondón (Zenit).