Sejarah Gol Bunuh Diri Terbanyak

 

Salah satu cerita sepak bola dunia paling aneh adalah juga yang jadi cerita favorit saya dan cerita ini terjadi di liga sepak bola Madagascar – liga lainnya yang mungkin tidak anda ketahui karena tidak pernah menyisihkan waktu untuk mencari tahu, tapi meski demikian saya pikir tidak ada salahnya untuk tahu cerita ini.

Tidak banyak, yang perlu anda ketahui adalah AS Adema mengalahkan Stade Olympique de L’Emyrne dengan skor 149-0 dan mereka melakukannya tanpa mencetak satu pun gol dengan usaha mereka sendiri.

Di akhir minggu kedua turnamen ini, SOE terpaksa ditahan imbang 2-2 oleh DSA di mana sebuah keputusan penalti di menit akhir yang kontroversial terpaksa membatalkan keunggulan SOE 2-1 saat itu.

Hasil imbang tersebut memperkecil kesempatan sbobet online dan memaksa SOE untuk mengalahkan AS Adema dalam perburuan gelar juara ini, jadi dalam pertandingan mereka yang selanjutnya, mereka memutuskan untuk memprotes keputusan merugikan tersebut dengan mencetak gol bunuh diri. Berulang-ulang dan lagi.

149 gol tersebut adalah hasil dari mereka.

Para penonton pertandingan tersebut mengatakan jika SOE melakukan kick-off dan satu-satunya yang mereka lakukan adalah menembakkannya ke arah gawang mereka sendiri, dengan penjaga gawang mereka yang hanya menyaksikan bola masuk ke gawangnya tanpa berbuat apa-apa.

Setelah pertandingan tersebut. Federasi Sepak bola Madagascar menghukum pelatih SOE Zaka Be selama tiga tahun dan empat dari pemain timnya hingga akhir musim. Seluruh pemain lainnya dari kedua tim menerima peringatan resmi atas keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Hasil akhir dari pertandingan tersebut tidak hanya jadi salah satu protes paling bodoh yang pernah dibuat dalam dunia sepak bola, tetapi juga jadi kekalahan terbesar dalam sejarah sepak bola professional yang pernah ada.

Jika dihitung, maka dalam pertandingan tersebut tercipta dua gol bunuh diri untuk setiap menit yang dihabiskan. Artinya setiap 30 detik sekali para pemain SOE melakukan kick off dan langsung memberikan umpan panjang ke arah gawang mereka sendiri.